Minggu, 07 Desember 2014

"Jalan Kembali"..( keabadian yang sesungguhnya )..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdullillah dengan karunia_Nya kita masih di beri kesempatan menghirup udara yang tersebar tanpa harus membeli dan mencarinya,, masih di beri umur yang panjang untuk melanjutkan kehidupan di dunia yang fana ini..

Shalawat serta salam selalu tercurah kepada Kekasih yang Mulia, penyejuk hati dan mata, penerang di kala gelap, sang bulan purnama, cahaya di atas cahaya, sayidduna Muhammad saw,. dengan harapan shalawat ini dapat menumbuhkan kecintaan kepada sang Nabi dan mendekatkan kepadanya, serta mendapatkan syafa'at beliau kelak di hari kiamat..Aamiin..

Nabi saw Bersabda : " mencari Ilmu itu wajib bagi kaum Muslimin dan Muslimat "..
semoga dengan membuat tulisan/catatan di blog ini di golongkan sebagai belajar atau mencari Ilmu dan menyebarkan nya ..

inilah sekedar pengingat khusus untuk diriku dan Umum nya untuk kita semua..
wahai saudara ku Muslimin wal Muslimat..

tiada lah sungguh Dambaan setiap umat yang telah Allah turun kan di muka bumi ini adalah mendapatkan keselamatan dan Perlindungan dari_Nya..
karena hakikat kehidupan hanya mempersiapkan bekal untuk kematian, dan siapa yang telah tahu hakikat nya pasti akan bersiap-siap..
karena kematian itu tidaklah memberi kabar kepada kalangan Umum,,hanya orang khusus dan telah mampu menghadapi nya yang mndapat kabar akan kedatangan sang maut...
apakah rasanya jika kita yang hanya mempunyai Ilmu dan kekuatan seadanya ini mendapat kabar akan kematian kita, entah satu bulan lagi, satu minggu, satu hari , atau satu jam..! apa yang akan kita rasakan..??
apakan bisa makan..?? tidur.?? bahkan rasanya nafas pun sudah ada di tenggorkan meski sebelum datang sang Izrail..

"kafa Bil maut wa Idzon " "cukuplah kematian yang menjadi pengingat "..
sebenar nya aku menjadi sangat heran kepada diriku sendiri, serta orang di sekitar ku..
jika di katakan kepada mereka, Apakah kau takut mati jawaban hampir semua nya sama, Ya, mereka takut akan mati tapi kenapa, kenapa kita masih terlena dengan Dunia yang akan Kita tinggal kan sedang Rumah yang kekal yang akan dituju di biarkan rapuh tak terawat dan tidak di pelihara (akherat)..
sedang rumah yang di perbagus dan di rawat adalah rumah yang pasti lapuk dan kehancuran nya adalah nyata (Dunia) ..

lupakah kita saudaraku, akan janji Allah,, "maliki yaumiddin" " Yang merajai hari pembalasan "..siapakah sang raja Itu ???, dikala itu ta ada raja keculia Dia, tidak ada penguasa yang paling tinggi keculali Dia,, Ialah Allahu Rabbul Alamin...

setiap sendi yang kokoh di dunia, di akherat kelak akan bergetar,. setiap tenaga yang kuat di dunia, di akherat akan terasa loyo karena ketakutan kepada_Nya yang tiada pernah dirasakan umat Manusia ketika di dunia..
barulah mereka manusia berkata : "celakalah aku yang di dunia nya selalu berbuat kemaksiatan" ..
dan kecelakaan di akherat adalah kerugian yang amat sangat menyengsarakan,,
meski harta di dunia menggunung, istri yang menawan, rumah yang mewah dan kenikmatan Dunia yang lainya kau punyai tapi sehari saja kau mampir kedalam neraka nya Allah maka merugilah dan amat sangat merugilah..

maka marilah kita kumpulkan amal yang baik, meski sedikt demi sedikit..
dan berusahalah hapus keburukan dengan amalan yang mendekatkan kepada_Nya..
Awali lah dengan :

  • bersyahdat dengan sungguh , di iringi dengan keyakinan dan perbuatan..
  • janganlah lupakan shalat karena Inilah tiang Agama,,setiap bangunan takan berdiri tanpa tiang.. begitupun Islam, Shalat lah tiang nya,,maka InshaAllah Islam akan senantiasa bersama orang2 yang menegakan shalat..
  • jalankanlah shaum Rhamadan kewajiban kita yang datang satu bulan dalam setahun..
  • keluarkan zakat dari harta mu , karena harta yang baik adalah harta yang tidak ada haq orang lain di dalam nya..
  • tunaikan lah haji bagi yang mampu dan jika semua syarat nya sudah ada dalam kuasa mu..

semoga keridhaan dan Ampunan_Nya selalu menaungi setiap langkah kita,,

al'afu waminkum ..

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar